Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, melakukan ziarah ke makam almarhum suaminya, Taufiq Kiemas, dan ibunda tercinta, Fatmawati Soekarno. Ziarah ini dilakukan pada Sabtu, 29 Maret 2025, di TPU Karet Bivak dan TMP Kalibata, Jakarta.
Megawati tak sendiri. Ia didampingi oleh keluarga dekat, termasuk putranya, Prananda Prabowo beserta istri, putrinya Puan Maharani bersama suami dan anak, serta beberapa anggota keluarga lainnya seperti keponakan dan sahabat. Kehadiran Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, juga turut mewarnai suasana khidmat tersebut.
Dalam balutan busana putih bermotif bunga, Megawati tampak khusyuk memanjatkan doa di depan makam kedua orang penting dalam hidupnya. Fatmawati, Ibu Bangsa yang menjahit bendera pusaka Merah Putih, dan Taufiq Kiemas, mantan Ketua MPR RI, dikenang atas jasa dan kontribusi mereka bagi bangsa Indonesia.
Tradisi Keluarga dan Nilai-Nilai Kebangsaan
Ziarah ini merupakan tradisi tahunan Megawati, khususnya menjelang bulan Ramadhan. Biasanya, ia juga mengunjungi makam Presiden Soekarno di Blitar. Namun, ziarah kali ini memiliki makna lebih dalam, melampaui sekedar penghormatan.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah petinggi PDI Perjuangan, termasuk Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, dan beberapa anggota DPR RI. Kehadiran mereka menegaskan betapa pentingnya acara ini bagi partai dan keluarga besar Megawati.
Lebih dari sekadar ziarah, acara ini menjadi momen refleksi dan penguatan ikatan keluarga. Para fungsionaris partai juga turut serta dalam momen ini, yang sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan komitmen mereka terhadap partai.
Makna Ziarah bagi Megawati dan PDI Perjuangan
Bagi Megawati, ziarah bukan hanya sekadar membersihkan makam dan menaburkan bunga. Ini adalah kesempatan untuk mengenang jasa para tokoh bangsa dan mempererat hubungan keluarga. Hal ini selaras dengan nilai-nilai kekeluargaan dan kebangsaan yang dijunjung tinggi PDI Perjuangan.
Sementara itu, bagi PDI Perjuangan, ziarah ini menjadi simbol penghormatan kepada para tokoh pendiri bangsa dan pemimpin partai yang telah berjasa bagi Indonesia. Acara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Ahmad Basarah menjelaskan bahwa ziarah ini juga merupakan perwujudan doa untuk ketenangan jiwa almarhum Taufiq Kiemas dan almarhumah Fatmawati. Keduanya merupakan tokoh penting yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.
Tokoh-Tokoh yang Hadir dan Perannya
Selain keluarga dekat Megawati, sejumlah tokoh penting hadir dalam acara ziarah tersebut. Kehadiran mereka semakin memperkuat makna dan simbolisme acara ini. Berikut beberapa tokoh yang hadir:
- Prananda Prabowo dan Nancy Prananda
- Puan Maharani, Happy Hapsoro, dan Diah Pikatan Orissa Putri Haprani
- Puti Guntur Soekarnoputri
- Rommy Soekarno dan istri
- Bayu Soekarno
- Rano Karno
- Sejumlah pengurus dan fungsionaris PDI Perjuangan
- Beberapa anggota DPR RI
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan betapa luas dan dalamnya jaringan hubungan Megawati, serta betapa pentingnya acara ziarah ini bagi berbagai kalangan.
Setelah Ramadhan, Megawati dan keluarga akan merayakan Idul Fitri di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya.